Saturday, May 14, 2016

Menjadi Siswa Jepang Yang Terasingkan Asal Indonesia


Kemarin malam sekitar pukul 23:00 aku terbaring di tempat tidurku dengan lampu dimatikan. Kamarku gelap, cuma bercahayakan lampu dari luar yang masuk melalui ventilasi jendela kamarku. Rasanya badan lelah sekali, tapi kenapa mata ini susah buat diajak tidur. Ditunggu eh, gak ngantuk-ngantuk juga. Aku ambil smartphoneku, maksud mau dengerin music. "Mana nih tombol on-nya. duh, silau kampret.! /hipnotis". Malam itu aku buka playlist favoritku yang berisikan lagu-lagu jepang.

Lagi asik mendengarkan lagu, entah kenapa aku pengen menghayal manjadi seorang siswa jepang asal Indonesia yang terasingkan, dijauhi teman-teman dan mendapatkan cinta dari cewek kawai :L. Sekolah yang aku masuki ini adalah salah satu sekolah elit di Jepang. Lalu bagaimana aku bisa masuk kesekolah itu? hmm.. ya ecek-eceknya aku dapat bea siswa :ngakak



Umur ku sudah 25 tahun, tapi kenapa aku kok tiba-tiba pengen menghayal itu ya? Okelah, aku akan mulai menceritakan khayalan absurd ku ini. Aku gak mau pusing-pusing bakal mau jadi siswa kelas berapa, yang penting menghayal sambil nunggu ngantuk.

"Sseerrrrttttt..!!!" suara pintu kelas dibuka. Mengingat pintu disana pakai geser-geser.
Aku dan sensei kelas masuk kedalam kelas dengan gaya yang kalem dan terlihat cool. :o

"Siapa dia? wajahnya asing. darimana dia ya? Amerika?" Nampaknya semua siswa di kelas ini terheran-heran dengan kedatangan ku. hehe

"Amerika?? tapi wajahnya kok jelek? :genit "

"Mohon perhatiannya sebentar, sekolah kita kedatangan siswa baru dari Indonesia. Nah, silahkan perkenalkan dirimu."

"Perkenalkan, nama saya Hardi. Saya dari Indonesia. Mohon kerjasamanya". :L

"Hoo.. ternyata dia dari Indonesia. Tapi bagaimana dia bisa masuk kesekolah ini?"

"Ah paling juga lewat bea siswa, berarti dia bukan anak orang kaya seperti kita-kita /gakmau"

"Hardi-kun, apa kau tinggal dengan orang utan? atau dengan komodo??" Nyeletuk seorang siswa laki-laki yang sepertinya anak bandel di kelas ini.

Semua orang di kelas tertawa, aku cuma senyum-senyum kecil dan sedikit mengabaikan mereka sambil memperhatikan seisi kelas mencari bakal dimana aku akan duduk.

Di dalam bisingnya tertawaan mereka ini, aku melihat cuma satu orang gadis manis tidak tertawa. Dia malah menatapku sinis, kayaknya dia gak suka liat tampang ku. Seolah-olah pengen nimpuk bata :batabig

Bersambung... :L